Foto: Dok. M Dany Nurdin / Perhapi Lampung
Foto: Dok. M Dany Nurdin / Perhapi Lampung
Kunjungan Kerja Perdana PERHAPI LAMPUNG dengan Inspektur Pertambangan Lampung: Fokus Kolaborasi Teknisi dan Praktisi di Bidang Pertambangan di Kawasan Provinsi Lampung
Lampung - 11 November 2024
Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Lampung akan resmi dilantik setelah pembentukan struktur organisasi pada 12 November 2024 nanti . Pelantikan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi di sektor pertambangan, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan teknis di Lampung.
Pada pertemuan kali ini antara Perhapi Lampung dan IT Lampung, Kaharudin, dari IT Lampung menyampaikan harapannya agar struktur organisasi yang telah terbentuk ini dapat aktif dalam bekerja sama dan melibatkan praktisi pertambangan dalam berbagai kegiatan teknis. "Struktur ini memungkinkan kolaborasi langsung dengan para ahli yang sudah berpengalaman di lapangan," ujar Kaharudin.
Rio Danasla, ketua dari PERHAPI PD Lampung, menambahkan bahwa di Perhapi Lampung telah bergabung anggota dari berbagai latar belakang, termasuk perusahaan, akademisi, seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan masih banyak lagi. "Kami juga tengah menunggu arahan terkait aturan PPN di sektor pertambangan, yang saat ini masih dalam proses perancangan oleh pemerintah pusat di Jakarta," jelas Rio Danasla.
Lampung, meski memiliki potensi sumber daya tambang yang cukup besar, diakui masih kurang mendapat perhatian, terutama dalam hal pengembangan kompetensi kerja dan tenaga ahli di bidang ini. Kaharudin menyoroti permasalahan kompetensi kerja sebagai tantangan serius, yang menyebabkan maraknya pelanggaran di sektor pertambangan. "Tingkat keahlian pekerja di sini menjadi faktor utama, makanya sering kali ada kasus yang berujung penangkapan," ungkapnya.
Menariknya, Kaharudin juga mengungkapkan bahwa metode peledakan tambang di Lampung memiliki keunikan tersendiri dibandingkan daerah lain. “Di sini, proses peledakan dilakukan berulang kali, berbeda dengan daerah lain yang hanya sekali”. Hal ini dianggap sebagai salah satu keunikan yang memerlukan metode tersendiri dalam penerapannya.
Saat ini, sekitar 40 perusahaan tambang aktif beroperasi di Lampung. Para pengusaha yang memerlukan data perusahaan terkait dapat menghubungi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lampung atau mengakses layanan komunikasi dengan ESDM melalui kontak khusus.
Selain itu, pada kesempatan ini juga disampaikan mengenai keterlibatan akademisi di Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dalam bidang pertambangan. Rio Danasla, yang juga memiliki latar belakang dari akademisi, menyampaikan harapannya kepada bapak ibu Inspektur Tambang provinsi Lampung untuk menyumbangkan ilmunya kepada mahasiswa Teknik Pertambangan ITERA. Sementara, Kaharudin menambahkan bahwa jika diperlukan, Inspektur Pertambangan Minerba Lampung siap membantu upaya penyediaan tenaga pengajar dan pelatihan praktis bagi mahasiswa tambang di ITERA.
Dalam hal pengembangan kompetensi, Kaharudin mengungkapkan bahwa pekerja-pekerja tambang di Lampung mengandalkan pengalaman lapangan untuk belajar, dengan hanya 30% ilmu yang dibawa dari kampus. "Sementara sisanya, sebanyak 70%, murni didapat dari praktik di lapangan," katanya. Hal ini menunjukkan kuatnya adaptasi pekerja tambang lokal dalam merumuskan teori-teori yang sesuai dengan kondisi setempat.
Diakhir perbincangan antara Rio Danasla ketua PERHAPI Lampung dengan Inspektur Pertambangan Dirjen Minerba Lampung menyatakan bahwa Perhapi Lampung berharap dapat menjadi wadah yang mampu menjembatani berbagai pihak di sektor pertambangan, termasuk pemerintah, perusahaan, dan akademisi, guna mewujudkan pengelolaan tambang yang lebih profesional, aman, dan berkelanjutan di Provinsi Lampung.
Tim Redaksi: M. Dany Nurdin / Perhapi Lampung